
PANDUAN PRAKTIKUM TITRASI LENGKAP
(Laboratorium Sekolah, Kampus, dan Dasar Industri)
A. JUDUL PRAKTIKUM
Penentuan Konsentrasi Larutan dengan Metode Titrasi Asam–Basa
B. TUJUAN PRAKTIKUM
Setelah praktikum ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami prinsip dasar titrasi
- Menggunakan buret, pipet, dan erlenmeyer dengan benar
- Menentukan konsentrasi larutan secara kuantitatif
- Menerapkan keselamatan kerja (K3) di laboratorium
C. DASAR TEORI
1. Pengertian Titrasi
Titrasi adalah metode analisis kimia kuantitatif untuk menentukan konsentrasi suatu larutan (analit) dengan mereaksikannya dengan larutan standar (titran) hingga tercapai titik akhir titrasi.
2. Prinsip Titrasi
Reaksi berlangsung sampai jumlah zat yang bereaksi setara secara stoikiometri.
Titik akhir ditandai dengan perubahan warna indikator.
3. Jenis Titrasi
- Titrasi asam–basa
- Titrasi redoks
- Titrasi kompleksometri
- Titrasi pengendapan
(Panduan ini fokus pada titrasi asam–basa)
D. ALAT DAN BAHAN
Alat
- Buret + statif dan klem
- Pipet volumetrik + filler
- Erlenmeyer
- Gelas ukur
- Corong kaca
Bahan
- Larutan NaOH standar
- Larutan HCl (konsentrasi tidak diketahui)
- Indikator fenolftalein
- Aquades
E. KESELAMATAN KERJA (K3)
- Gunakan jas laboratorium, sarung tangan, dan kacamata
- Jangan menghisap pipet dengan mulut
- Arahkan mulut buret dan erlenmeyer ke arah aman
- Bersihkan tumpahan larutan segera
F. PROSEDUR PRAKTIKUM
1. Persiapan Buret
- Cuci buret dengan aquades
- Bilas buret dengan larutan NaOH
- Isi buret dengan NaOH hingga di atas skala nol
- Pastikan tidak ada gelembung udara di ujung buret
- Catat volume awal buret
2. Persiapan Sampel
- Pipet 25 mL larutan HCl menggunakan pipet volumetrik
- Masukkan ke dalam erlenmeyer
- Tambahkan 2–3 tetes indikator fenolftalein
3. Proses Titrasi
- Letakkan erlenmeyer di bawah buret
- Buka kran buret perlahan sambil menggoyangkan erlenmeyer
- Amati perubahan warna larutan
- Hentikan titrasi saat larutan berubah menjadi merah muda pucat stabil
- Catat volume akhir buret
G. DATA PENGAMATAN (Contoh Tabel)
| Percobaan | Volume Awal (mL) | Volume Akhir (mL) | Volume NaOH (mL) |
|---|---|---|---|
| 1 | 0,00 | 23,40 | 23,40 |
| 2 | 0,00 | 23,50 | 23,50 |
| 3 | 0,00 | 23,45 | 23,45 |
H. PERHITUNGAN
Rumus Dasar Titrasi Asam–Basa
M1×V1=M2×V2
Keterangan:
- M₁ = molaritas HCl
- V₁ = volume HCl
- M₂ = molaritas NaOH
- V₂ = volume NaOH
(Gunakan volume rata-rata)
I. HASIL DAN PEMBAHASAN
- Jelaskan perubahan warna indikator
- Bandingkan hasil tiap percobaan
- Analisis sumber kesalahan (human error, pembacaan meniskus, dll.)
J. KESIMPULAN
Tuliskan kesimpulan berdasarkan tujuan praktikum dan hasil perhitungan konsentrasi larutan.
K. PERTANYAAN DISKUSI
- Mengapa indikator fenolftalein digunakan pada titrasi ini?
- Apa akibatnya jika buret tidak dibilas dengan larutan titran?
- Mengapa titrasi dilakukan secara perlahan mendekati titik akhir?
L. KESALAHAN UMUM DALAM TITRASI
- Membaca skala tidak sejajar mata
- Tidak menghilangkan gelembung udara
- Meneteskan titran terlalu cepat
- Salah memilih indikator
M. PENUTUP
Panduan praktikum titrasi ini dirancang untuk melatih ketelitian, keterampilan penggunaan glassware, dan pemahaman analisis kuantitatif di laboratorium.
PT. Anugrah Niaga Mandiri siap menjadi partner terpercaya untuk solusi alat laboratorium berkualitas
| Our Office : | Jl. Radin Inten II No. 61A Duren Sawit |
| Phone : | 0816-1740-8900, (021) 8690-6782, (021) 8690-6783 |
| Fax : | (021) 8690 6781 |
| E-mail : | sales@anm.co.id – anugrah.niaga.mandiri@gmail.com |
| Website : | http://www.anm.co.id |